sukses…adalah sebuah wujud dari keberhasilan seseorang dalam mengeksplor kecerdasannya dalam sebuah lingkungan sosialnya.
memprihatinkan…kalau akhirnya hal ini yang mengubah seseorang menjadi mengatasnamakan kepandaiannya untuk semua argumen yang dia keluarkan. Hanya kapandaiannya, yang bisa jadi tidak dapat ditangkap oleh setiap mata yang melihatnya….hhh…terdengar sia sia..
terkadang diam adalah emas…dan ini jauh lebih terbukti, dibandingkan dengan mengeluarkan semua istilah yang eksklusif dengan bahasa asing yang fasih, tapi yang akhirnya justru menjerumuskannya sendiri dalam julukan ‘si bebal yang ingin terlihat pandai’
wanita…sering melakukan hal ini agar diakui di lingkungannya
wanita…sering melakukan ini agar dapat dilihat ‘sejajar’ tanpa satupun penonton yang sedang menilainya
disayangkan bila itu semua menyebabkan dia justru terlihat semakin terpuruk dalam pandangan kebodohan, dan akhirnya aku bertanya, bila semua mata sudah menatapnya penuh keanehan dan bukan kekaguman, dan dia tetap berapi api meneriakan yel yel kepandaiannya…siapa yang harus kita pertanyakan sebenarnya?
lupakah kamu bahwa DIA punya aturan sendiri yang sama sekali tidak membutuhkan ‘kecerdasan’mu itu?



Posted by Shasya on July 21, 2008 at 3:13 am
Orang suka lupa ya, kalo kecerdasam hati semestinya lebih penting dari sekedar kecerdasan otak. Suka pada ngga nyadar kalo cerdas di kepala itu seringkali ga bikin kita jadi cerdas secara emosi.
dasar wanita
—ah, kebanyakan nulis yang bloon2, giliran nulis serius, komen aja jadi ga becus begini. maklum, saya ga cerdas otak
Posted by bilik2engeline on July 21, 2008 at 3:44 am
..shasya…hua ha ha…..kamu mah bukan ga cerdas…lagi ngomong pake hati ya…???
Posted by pashatama on July 21, 2008 at 9:27 am
iya, hati terlalu banyak ‘ikutan’ berbicara niii…..
bukan apa2, aku kan cukup sering jadi korban ‘ketidakcerdasan hati’ itu
halah…..
kok jadi CURCOL, curhat colongan, hehe….