…bilik mereka..

Memandangi mereka tenggelam dalam soal soal yg dibagikan kaka relawan untuk mengasah kepandaian mereka lagi..membuat aku selaluuunya terharu.

Anak anak  jalanan ini punya waktu untuk belajar hanya seminggu dua kali yaitu sabtu dan minggu.  Dalam jam jam belajar, mereka akan diasah kembali keinginan belajarnya dan kepinterannya.  Ada beberapa dr mereka yang pernah sekolah..ato bahkan ada yg masih sekolah.  Untuk yg kedua ini aku sendiri kurang paham kenapa org tuanya dapat memberikan anak nya sekolah tapi membiarkannya tetap ngamen dan keleleran di jalan, membiarkan mereka bergaul dgn kehidupan jalanan yang nyaris tanpa aturan.

Ada beberapa anak yang berhasil mengambil hatiku meskipun baru dalam pertemuan kedua.  Anak yang ternyata pinter matematikanya meskipun di luar sana dia sudah jadi preman kecil.  Ato anak gadis perempuan yang pandai mengasuh adik adik nya sesama anak jalanan, meskipun dia sangat dekil dan tangannya tidak lepas dari kaleng lem nya.  Kaleng lem ini teman mereka waktu harus menghadapi kehidupannya sendiri di jalanan sana, dan tentu..tak semudah itu mereka tinggalkan meskipun sedang belajar disini.

Dalam segala keterbatasan, acara belajar mengajar ini menjadi acara mingguan yg ditunggu anak anak dan juga kakak relawannya..dan juga aku. Walau kadang hanya sekedar menengoknya sebentar, tapi celotehan mereka yang seringkali asal malah membuat aku terhibur, dan pertanyaan “kenapa kaka udah mau pulang lagi” itu seringkali membuat aku trenyuh dan mengundangku untuk datang lagi saat waktuku ada.  Tak banyak yg bisa kulakukan juga dsana selain ngobrol ngobrol dan terkadang membawa beberapa keperluan mereka.  Obat obatan, peralatan mandi, makanan instant, sekedar persediaan seandainya mereka tdk mendapatkan apapun unt bisa dimakan atau bisa dipakai beli makan di luar sana.

hh…terkadang kita simpati, empati, atau apapun terhadap nasib mereka, tapi tidak berbuat apapun.  Meskipun akupun belum bisa dikatakan sudah melakukan sesuatu, tapi setidaknya aku mau mulai..dan aku akan mengajak siapapun untuk mengerti bahwa hidup mereka tak mudah dan mereka butuh kita, meski hanya untuk mendengar cerita mereka. Sama seperti saat aku menceritakan ini kepada kalian….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 361 other followers