Berapa banyak dr kita yg suka bertanya “kenapa” bila ada teman ato org terdekat kita yang kedapatan tidak berpuasa pada bulan puasa seperti saat ini. Kita jadi seperti harus tau alasan orang lain unt tidak puasa yang selanjutnya akan berlanjut pada pikiran ‘..seharusnya dia itu bla..bla..’ seolah olah kita sangat tau apa yg seharusnya untuk orang itu.
Lupa bahwa ibadah itu adalah hal yang diminta oleh agama, menjadi kewajiban, tapi juga sekaligus merupakan hak pribadi unt masing masing umatnya untuk melaksanakannya atau tidak. Sehingga seharusnya itu bukan menjadi hak kita untuk menghakimi dan menunjuk kesalahan org lain karena merasa kita sdh melaksanakannya.
Bicara ibadah, semua punya pembenarannya untuk dirinya sendiri. Mungkin itu yg akhirnya membuat kita seringkali menjadi hakim ato bahkan menjadi TUHAN yang bisa memilah mana dosa dan mana pahala…
Sangat nyata hal hal seperti ini terjadi di bulan puasa, yg jelas jelas dapat langsung dibedakan dr mereka yang puasa dan yg tidak puasa seolah menjadi gambaran si soleh dan si pendosa.
Hhh..sudah seharusnya ibadahmu dimulai dari dirimu saja terlebih dulu. Dan sebenarnya dirimu sendiri tidak pernah tau apa ibadahmu sudah benar dan masuk dalam hitunganNYA, karenanya juga belum saatnya untuk kita untuk bisa menilai dan menghakimi orang lain dalam menjalankan ibadahnya, apapun alasannya.
Bila semua bisa berfikir begitu, aku yakin tidak akan ada yang namanya menyerbu ramai ramai dan memaksa tutup warung warung makanan yg beroperasional di siang hari, karena akhirnya apa yg mereka lakukan akan menjadi contoh buruk di bulan ramadhan bagi orang sekitar yang tdk melaksanakan ibadahnya dgn alasannya sendiri atau bahkana bagi yg beragama lain , sehingga ibadahnyapun semakin gak jelas maknanya.
hhh..tapi tentunya ini sih hanya pemikiran, yang gak hanya dari kepala saya aja, dan pastinya yang sudah diserukan aja ga ada gunanya tuh..karena masih ada aja penyerbuan penyerbuan ke warung warung ato terhadap org org yang ‘mereka anggap’ tidak taat..berdosa..ato kafir..or what ever they called it.
Hidup jalan terus, dan kita hanya harus lakukan ibadah kita dengan sebaik baiknya..dimulai dari diri kita sendiri dulu..bukan yg lain.


