Sepanjang jalan aku terbuai dengan pemandangan di luar kaca kendaraanku. Hmm..hijau menyejukkan mataku, jauh berbeda dari pemandanganku sehari hari di tempatku bekerja atau di lingkunganku tinggal. Selalu hanya bangunan dan tanaman penghias kebun rumah yang tidak seberapa.
Kemana semua larinya pemandangan hijau disekitarku?
Berubah menjadi tempat tempat hunian dan bangunan lainnya. Mungkin tidak ada salahnya untuk sebuah negri yang berkembang. Yang salah adalah pengaturannya, sehingga semua menjadi tak beraturan yang akhirnya merusak semua tatanan alam, bukan hanya tatanan kotanya saja.
Kadang kumerenung..
Satu saat nanti bila saatnya tiba aku berjalan bersama cucuku..masih bisa gak ya aku cerita tentang nama nama pohon, atau tentang kupu kupu di atas bunga, dan bukan sekedar membacakan dongeng nya saja. Masih bisa gak ya aku menunjukkan kepik di atas daun seperti yang ada di dalam buku dongengnya…hhh…sepertinya agak susah ya.
Sangat mudah mengeluarkan himbauan untuk penghijauan di halaman sendiri, semudah kita merusak alam itu sendiri. Tapi dalam melaksanakannya tidak begitu. Kesibukan manusia modern akan terganggu dengan adanya kegiatan berkebun walaupun untuk halaman rumah sendiri dan keindahan lingkungan keluarganya sendiri. Mereka lebih baik mengisi waktu senggangnya untuk jalan jalan ke mall daripada berkebun, mall ini juga yang menjadi lebih pesat pertambahannya dibandingkan bertambahnya pepohonan penghijauan. Akhirnya membicarakan tentang hijaunya negri ini yang sudah mulai berubah menjadi sebaliknya tidak akan terlalu menjadi hal yang terlalu penting karena kesibukannya masing masing.
Banjir..longsor adalah sebagian kecil akibat dari hijaunya alamku yang hilang. Siapa yang harus disalahkan ? Rame rame menyalahkan dan menghimbau ini dan itu. Mengeluarkan peraturan wajib tanam pun tak akan menghasilkan apa apa tanpa pergerakan nyata yang dimulai dari diri kita sendiri. Yup..diri kita sendiri. Sadar akan penting dan sehatnya memiliki alam negri yang hijau harusnya mampu untuk menggerakkan kita untuk mulai peduli dengan hijaunya alam sekitar kita..
hhh…
lamunanku terputus, dan aku teringat dua tanaman kecilku di meja kantor…semoga mereka akan ada gunanya..kelak..




Posted by Wahyuni Luph U Ferever on October 4, 2011 at 8:27 am
Mungkin aku hanya bisa menciptakan puisi ini untuk alam ku yang hijau
Hijau Alam ku..!!!!!!!!!!!!!
Aku ingin menangis namu apa yang harus ku tangisi
rindu ku kepadanya sungguh tidak dapat sirna
aku ingin melihatnya lagi dan merasakan kenyamanannya lagi
karna dia telah hilang di dalam pandangan ku
Tuhan………….apa ini adalah ciptaan mu yang hanya kami rasakan untuk sementara………… tolong kembalikan lagi hijau yang suci itu.hutan yang nyaman
hutan yang sejuk. hutan yang nikmat.kami rindu kesejukan itu. tolong ya tuhan berikan kami lagi hijau pohon-pohon yang hijau.
kenikmatan pohon yang hijau adalah angin surga bagi kami….yang benci dengan kegunduan hutan kami tersayang………………….
kembalikan jantung bumi kami dan berikan kami kesempatan untuk menjaganya…………selagi kami hidup
agar kami dapat merasakannya.sebelum kami tiada.
makasih..karya sri wahyuni
Posted by bro on October 20, 2011 at 3:43 am
blognya …. wow …kerennnnn !
Posted by iman on October 20, 2011 at 3:44 am
adem ayem ,,, sebab alamku yang hijau dan indah….mantapppp