…bilik untuk shasya…
..ehm..
Gimana cara mengungkapkan peraasaan sayang kita untuk orang lain itu buat aku susah banget en aku masih belajaaaaar terus sampe hari ini. Pelajaran terpenting yang pernah aku dapatkan adalah pada saat akhirnya papaku opa-ku meninggal dunia *untukku dia adalah bapakku*
Kembali ke 15 taun yang lalu pada saat beliau sudah sangat payah kondisinya setelah kurang lebih 3 hari hilang kesadarannya di ruang ICU dan aku masih belum punya nyali untuk menjenguknya dalam kondisi seperti itu. Saat itu aku masih belum bisa menerima kondisinya yang sudah tak berdaya dan diperkirakan DIA dapat mengambilnya kapan saja. Disela sela kesadarannya yang kadang muncul beliau sempat menanyakanku yang dijawab aku belum datang karena masih ada kegiatan…*hh* Hingga akhirnya malam itu beliau hadir dalam mimpiku yang menitipkan sebuah kemeja putih *yang masih membuatku bertanya tanya tentang maksud sebenarnya*, dan keesokan harinya aku langsung menemaninya sepanjang 1 hari terakhirnya sambil tak henti mengatakan bahwa aku tetap anak bungsunya *yang sebenarnya cucu pertamanya* yang sangat mengasihinya, tak merubah apapun.
Kuakui selama hidupnya aku tidak bisa mengungkapkan sayangku padanya dengan kata kata, hanya terkadang hadiah hadiah kecil yang sering aku belikan baginya, thanks God aku sempat melayaninya sepanjang minggu terakhir beliau sakit di rumah dan mengucapkan sayangku berkali kali dipenghujung waktunya saat itu…
Aku belajar banyak dari hal itu. Dan aku berusaha merubah itu. Sejak itu aku berusaha bisa mengungkapkan rasa sayangku pada siapapun sebelum aku merasa akhirnya jadi terlambat. Tapi belum terlalu berhasil banget…
hh…seperti kemaren, Shasya-ku juga melewati hari ulang taun perkawinannya yang kedua tanpa pelukan aku..tanpa kata kata manis dariku..hh…itulah aku. Bingung sepanjang hari dengan pikiran : ‘apa ya yang harus aku berikan untuknya..’ sampe akhirnya ga ngasih apa apa..he he he..keterlaluan.. *maaf ya* Sementara dia cerita tentang acara manyun manyun-an nya dengan si abang..aku sibuk mikirin mau ngasih apa atuuuhhh buat mereka ni… En akhirnya teh botol juga ga ngasih..
Duh..moga moga kamu teuteup tau ya..itu ga mengurangi sayang aku buat kamu kok.. *duh gimana ya ngomong hal yang sama buat sobat sobatku yang laen..* Aku teuteup mau belajar kok…
Orang orang terkasih kita terkadang membutuhkan kata sayang kita keluar dari perkataan kita, tidak hanya melalui perbuatan saja seperti yang kita sering gembar gemborkan….
aku ingat ingat hal itu dengan lebih lagi supaya hari ini aku bisa lebih belajar lagi…
met hari ulang taon perkawinan ya bebs…may all the best for you two…God loves you..
Loading...
duh duh duh. sampe berurai air mata ni, sialan…. di kantor pula, hahaha….
ya Karie, I know you
you dont have to say the words, I know you care.
just laugh with me, and i’ll be allright
Love you Karie, Sis, Pong, Eda….
Tuh. you’ve been more than just a friend!
pashatama - November 5, 2008 at 3:22 am
@pashatama:love you too pong..
bilik2engeline - November 5, 2008 at 5:31 am
Benar yg kk bilang, bahwa rasa sayang itu harus diungkapkan ketika orang tsb masih ada…
Mengasihi dan dikasihi itu menyenangkan yah…
Aku juga mengasihi kk…
Wijoyo Simanjuntak - November 5, 2008 at 6:33 am
@wijoyo:jangan bosen kalo kk suka bawel tentang skripsi kamu ya bang..kk mengasihimu juga…
bilik2engeline - November 5, 2008 at 9:18 am
Kita mau gini2an aja ya?
Pas makan siang sibuk ngomongin yang laen. MEnyatakan perasaannya di wordpress aja?
Hahahah….
Gapapalah, ga mengurangi rasa cinta!
pashatama - November 5, 2008 at 10:22 am
Setuju. Saya jadi kata-kata rekan saya, Paian Siahaan, yang pernah berkata: ‘Halaah, giliran udah sakit, udah sekarat, udah meninggal baru ditangisin. Pas idup nggak ada yang merhatiin. Babi kau semuaa!!’. Emang agak sarcastic pernyataan rekan saya ini namun maknanya cukup dalam: Lakukan apapun yang terbaik yang bisa kau lakukan untuk hari ini. Konsentrasilah pada masa kini karena masa lalu hanya sejarah dan masa depan adalah misteri. Setuju sekali, Rie. Mari kita sama-sama untuk terus berbagi cinta dan kebahagiaan tanpa perlu merasa takut, canggung apalagi yang paling menjijikan: GENGSI! Makan tuh gengsi!!
Kirana Hamonangan - November 5, 2008 at 12:09 pm
Tolong ditambahkan kata ‘teringat’ diantara kata ‘jadi’ dan ‘kata-kata’. Maklum namanya juga warga. Salah dikit. Belum 5 menit.
Kirana Hamonangan - November 5, 2008 at 12:11 pm
@kirana : ha ha ha rekan kita itu memang banyak benernya dengan bahasanya yg sedikit beda, tapi ga mengurangi rasa sayang dia buat kita ya…aku juga sayang kamu lho bang..hem..
bilik2engeline - November 6, 2008 at 12:48 am
@shasya: hem..iya..pas kita duduk bersama kita cuma ‘pecicilan’ doank…
bilik2engeline - November 6, 2008 at 12:49 am
post yang bagus, Kak… terharu..
selalu anggap hari ini hari terakhir dan just do the best that u can. give the best that u can give..
keep love.. setuju kata Kak Marcel, makan tuh gengsi, hare gini masih gengsi.. =)
kl uda ga sempet ucapin sayang, baru nyesel
priscillamu - November 6, 2008 at 9:18 am
@priscillamu: thanks ya udah mampir….;) love u..
bilik2engeline - November 6, 2008 at 11:16 am