…bilik kehebatan…
wah…ada yang mau ditumpahkan nih..
Setelah bersenang senang dengan selingan kegiatan dengan temen temen blogger, ya aku kembali dengan kegiatan sehari hari dipekerjaanku. Operasional di sebuah gedung, pusat belanja khususnya, banyak menyimpan cerita menarik yang bisa diceritakan sebetulnya, karena setiap hari macem macem orang yang lalu lalang. Satu kejadian kecil yang terjadi hari Minggu kemarin yang mau aku bagi sekarang ini.
Adalah sangat biasa di areaku ini bila tiba tiba disibukkan dengan berita kedatangan seorang atau sekeluarga penjabat atau wakilnya untuk belanja. Sibuk kenapa? Karena tiba tiba juga, area parkirku yang sudah penuh harus ada tempat khusus parkir kendaraan mereka untuk bisa turun tepat di muka pintu masuk gedung. Dan tiba tiba juga akan berkeliaran lah beberapa orang ajudan dan intel intel pengawal mereka yang akan turun kendaraan dengan muka sangar dan seperti tanpa kompromi untuk apapun demi tuannya tentunya. Seperti hari itu juga, tiba tiba ada kabar bahwa ibu wagub akan segera hadir untuk berbelanja..en…seperti biasa clearing area sebisanya dilakukan, walaupun susaaaaah banget mengingat itu hari minggu. APV si ibu hadir di area, pasukanku di lapangan sibuk juga jadinya memberikan pelayanan, walaupun kayanya ga semua tau juga apa yang datang itu dia atau bukan…( ga terlalu kenal juga sih mukanya kalo dibanding ama Mulan misalnya ).
Karena kesibukan anak buah yang jadi ikut ikutan luar biasa, koordinator keamananku akhirnya mendekat dan menghampiri si supir yang selain mau diajak tanya jawab sedikit ya juga mau sok akrab aja. Mungkin kira kira gini katanya ” siang pak…” “siang” jawabnya lagi. “Istirahat dulu pak di pos kami, mungkin nanti kalo ibu sudah selesai, anggota bisa menghubungi melalui radio” “Wah terima kasih pak..tapi ibu suka ngomel nih kalo saya lama dicarinya” jawab si supir lagi. ” ‘oo…gitu ya.. Ngomong ngomong saya tadi liat ibu turun dari mobil, tapi..ibu wagub yang mana ya ?’ tanya nya polos. “hah..bapak becanda bisa aja….bukan kok, bapak kebetulan tugas dipemerintahan, tapi belum setinggi itu pak..he he he..masih setara sekwilda gitu katanya” Koordinator keamanan ku hanya tersenyum pergi menjauh sambil ngedumel untuk kesibukannya tadi…
Atau seperti beberapa bulan yang silam, saat tiba tiba areaku didatangi satu mobil intel yang dengan mukanya yang tanpa ekspresi langsung memblokir pintu pintu keluar dari salah satu lantai gedungku, mananyai lokasi kamera gedung dan meminta koordinator keamanan menghadapnya karena ‘ibu’ majikan mereka yang sedang belanja di salah satu lantai gedung melaporkan pada suaminya yang notabene penjabat kepolisian itu, bahwa handphonenya hilang. Tidak bisa dibayangkan suasana gedungku yang cukup eksklusif dibandingkan dengan pasar ada copet HP, tapi dia tetap ngotot walaupun akhirnya sedikit berkurang ngototnya karena dia sendiri jadi ga yakin benar atas hilangnya si HP, karena bisa saja tertinggal di rumah temannya tempat dia berkujung sebelumnya, setelah semua kesibukan itu terjadi. HHhhh..setelah areaku di obok obok oleh pasukannya…ya gitu doank hari itu berlalu lagi tanpa kabar selanjutnya..
Itu contoh aja lho, ada beberapa cerita kecil lagi yang cukup sama konyolnya seperti itu terjadi di area ku ini. Dan semua menyagkut rasa HEBAT nya untuk jabatan yang mereka sandang saat itu. Aku sering ngomel kiri kanan untuk hal itu, karenagemas untuk kelakuan mereka yang sering aku bilang sama sekali nggak mencerminkan keHEBATan kedudukan jabatan mereka. Tidak sebagai contoh, tidak juga sebagai pribadi pribadi yang merakyat yang perlu jadi panutan. HHhhh…tapi trus aku bisa apa ya, ga mungkin juga tiba tiba aku hadang semua itu dengan idealisme normal yang berlaku untuk semua orang kan….
Bukankah seharusnya semakin kita berada di atas, kita harus semakin merunduk dan rendah hati untuk bisa menjadi panutan,dan membuat kita disegani dan bukan sebaliknya?
Tapi ya kembali ini cuma bisa jadi sebuah cerita kecil yang akhirnya mengalami proses bagi yang mendengarnya..dengar..kesel..gemes..dan akhirnya ketawa aja..gimana nggak, akhirnya orang orang kaya aku en rekan rekanku juga harus ikut apa maunya kan ya? Dari pada nanti ada hal lain yang lebih besar lagi menjeggal keHEBATan kita he he he…
Loading...
harap maklum, mba. ini kah indonesia. beda dengan di kuba yang konon presidennya aja mobilnya suka mogok lantaran dari zaman kemerdekaannya belum diganti2.
sepertinya pejabat di kita memang terlalu mewah. jadi, wajar kalo kebijakan mereka ngak pernah memihak ke rakyat lantaran ngak tau keadaan rakyatny kaya gmana.
Yudha P Sunandar - September 16, 2008 at 1:43 pm
@yudha : iya ya…bikin prihatin..
bilik2engeline - September 17, 2008 at 2:11 am
Bukankah seharusnya semakin kita berada di atas, kita harus semakin merunduk dan rendah hati untuk bisa menjadi panutan,dan membuat kita disegani dan bukan sebaliknya?
Kata-kata kakak mengingatkan aku bahwa kita begitu kecil di hadapan Tuhan kita…
Wijoyo Simanjuntak - September 17, 2008 at 7:00 am
@wijoyo : betul bang, dan seringkali kita lupa itu…:(
bilik2engeline - September 17, 2008 at 9:37 am
Keren Ceritanya..!!
Hal seperti ini sering masuk berita di tipi.. baik secara Live maupun hanya sekedar ulangan saja.
Tapi…keknya gak ngefek…karena ini sudah menjadi tradisi kali yah
Manik - September 22, 2008 at 4:21 am
@manik : tradisi..betul tuh kata yang pas banget. habit..ato apalah istilahnya buat yang mendarah daging kaya gitu hua ha ha…
bilik2engeline - September 23, 2008 at 2:16 am